Apa itu Konten yang Berkualitas untuk Media Sosial?

Maret 22, 2021  |   Digital Marketing, Sosial Media

High-quality content on social media

Seperti yang kita ketahui sekarang, media sosial sudah berkembang sangat pesat. Sejak abad ke-21 lebih tepatnya tahun 2002 ketika Friendster pertama kali muncul, diikuti Flickr, YouTube dan MySpace, kemudian pada tahun 2006, Facebook mulai muncul sebagai platform media sosial yang lebih modern. Pada tahun 2009 diikuti Twitter, setahun berikutnya Instagram dan tahun berikutnya tepatnya di 2011 Snapchat.

High Quality Content

Itulah beberapa platform media sosial yang familiar dengan jumlah pengguna terbanyak di seluruh dunia. Sampai pada hari ini Facebook dan Instagram menjuarai platform media sosial dengan pengguna terbanyak diikuti oleh Twitter.

Hal ini juga terlihat dari jumlah pengguna aktif harian Facebook pada tahun 2020 yang mencapai 1,84 miliar orang per hari dan waktu yang dihabiskan rata-rata minimal 35 menit. Sedangkan untuk pengguna aktif harian Instagram di tahun yang sama mencapai 500 juta dan setiap hari rata-rata mengunggah 100 juta lebih foto atau video.

Dengan besarnya jumlah pengguna harian dapat dipastikan konten yang muncul beraneka ragam, mulai dari makanan & minuman, mode, seni, berita dan politik bahkan konten yang berisi berita bohong (hoax). Nah, disinilah timbul pertanyaan, apa sih konten yang berkualitas di media sosial itu? Apakah yang sedang trending dan viral atau yang susunan fotonya bagus aja?

Disini kita akan membahas 4 kriteria, apa saja yang membuat sebuah konten memiliki kualitas yang baik.

1. Mengikuti peraturan dan etika penggunaan platform media sosial

Yang pertama dan paling penting adalah, isi atau pesan yang disampaikan melalui sebuah konten tidak bertentangan dengan peraturan atau pedoman dari platform media sosial itu sendiri.

Meskipun konten yang Anda unggah hanya berisi produk atau layanan dari sebuah merek/ brand yang ingin Anda jual, tetap perhatikan peraturan dan pedoman yang ditetapkan oleh setiap platform media sosial. Apabila melanggar, sanksi yang didapat adalah dihapusnya konten tersebut atau akun dari pembuat konten itu yang akan dihapus, bahkan untuk hal-hal yang bersifat kriminal, hukuman penjara adalah sanksi terberat yang bisa didapatkan.

Kesimpulannya baik secara foto atau karya dan tulisan yang diunggah memegang teguh prinsip tersebut sehingga bisa dibilang konten itu menjadi berkualitas.

Rules and Guidelines

2. Postingan yang original atau repost dengan atribusi / kredit

Yang kedua adalah, isi atau pesan yang disampaikan melalui sebuah konten bersifat asli atau original dalam artian tidak meniru bahkan menjiplak (plagiat) sama persis dengan konten yang sudah ada. Hal originalitas memang sangat sulit diterapkan di dunia digital, apalagi akses kepada platform kreatif semakin terbuka dan dapat diambil dari mana saja tapi bukan tidak mungkin diterapkan.

Banyak orang yang salah mengartikan antara terinspirasi atau plagiat sebuah konten (karya), mereka hanya fokus terhadap konten yang bagus tanpa mau memberi kredit kepada pembuat konten yang asli. Hal ini dapat diperparah apabila pemilik konten yang asli menggugat Anda sebagai pelaku plagiat karena Undang-undang Hak Cipta bisa memberi Anda hukuman yang cukup menyita waktu, tenaga dan materi.

Jadi berhati-hatilah dan pastikan konten Anda sudah dipersiapkan dengan matang, dan memastikan cukup waktu untuk penelitian untuk menghindari plagiat serta menjadikan konten Anda asli dan berkualitas.

3. Postingan yang bermanfaat dan menyebarkan hal yang positif

Yang ketiga adalah, jenis konten apapun yang kita bagikan dapat menjadi manfaat atau menyebarkan hal yang positif bagi setiap pengguna platform media sosial tersebut. Dengan era keterbukaan seperti sekarang ini, tidak menutup kemungkinan hal-hal yang bernuansa negatif tersebar di setiap penjuru platform media sosial.

Keadaan seperti ini yang menuntut pembuat konten harus lebih kreatif lagi dalam membuat karya atau mempromosikan suatu brand dapat menjadi manfaat bagi orang-orang yang melihatnya. Terkadang sebagai pencipta konten, kita merasa dipojokkan untuk menggunakan hal-hal yang berbau negatif agar cepat meraih respon yang diinginkan, tapi disinilah tantangannya. Kemampuan pencipta konten untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, menyebarkan hal yang positif bahkan menghibur adalah sesuatu yang sangat layak diapresiasi di era sekarang ini.

Content Audit

4. Rutin melakukan evaluasi terhadap kualitas konten

Yang keempat adalah, rutin melakukan evaluasi tiap minggu atau satu bulan sekali untuk konten yang kita unggah di media sosial. Terkadang orang tidak mengerti pentingnya evaluasi setelah kita mengunggah konten yang diinginkan, padahal dari evaluasi kita bisa mendapatkan beberapa wawasan dan persepsi dari audience/ follower kita. Seperti misalnya kenapa konten kita tidak mendapat respon yang kita inginkan, kenapa konten kita mendapat rating buruk, dan kenapa konten kita tidak bisa terjual dengan baik. Apa Anda tidak yakin cara mengevaluasi konten sosial media Anda? Kami siap membantu.

Dengan melakukan evaluasi yang rutin, kita bisa mengerti apa yang dunia luar butuhkan, mulai dari demografi, lokasi dan target market yang ada, kita bisa membuat konten yang lebih tepat sasaran, mendapat respon yang baik. Bahkan dalam beberapa kasus, dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita bisa terhindar dari masalah-masalah yang timbul di kemudian hari.

Jadi inilah 4 kriteria yang bisa menjadi tolak ukur konten Anda berkualitas, bisa Anda aplikasikan hampir di semua platform media sosial.

Related Posts

Hubungi kami

    Situs ini dilindungi oleh reCAPTCHA dan berlaku Kebijakan Privasi dan Persyaratan Layanan Google.